Jumat, 26 Juli 2013

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Daya Listrik

Dalam industri kualitas daya listrik sangat diperhatikan, karena akan berdampak langsung pada mesin mesin produksi, serta keefektifan proses produksi. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kualitas daya, kestabilan tegangan, dsb.

Secara  umum,  baik  buruknya  sistem  penyaluran  dan  distribusi tenaga listrik terutama adalah ditinjau dari kualitas daya yang diterima oleh konsumen. Kualitas Daya yang baik, antara lain meliputi: kapasitas daya yang memenuhi dan tegangan yang selalu konstan dan nominal. Tegangan harus selalu di jaga konstan, terutama rugi tegangan yang terjadi di ujung saluran. 

Tegangan yang tidak stabil  dapat  berakibat merusak alat-alat yang peka terhadap perubahan tegangan (khususnya alat-alat elektronik). Demikian juga tegangan yang terlalu rendah akan mengakibatkan alat-alat listrik tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Salah satu syarat pe- nyambungan alat-alat listrik, yaitu tegangan sumber harus sama dengantegangan yang dibutuhkan oleh peralatan listrik tersebut. Tegangan terlalu tinggi akan dapat merusak alat-alat listrik.


Perubahan  frekuensi  akan  sangat  dirasakan  oleh  pemakai  listrik yang  orientasi  kerjanya  berkaitan/bergantung pada  kestabilan  frekuensi. Konsumen  kelompok  ini  biasanya  adalah  industri-industri  yang menggunakan mesin-mesin otomatis dengan menggunakan setting waktu/frekuensi. Kualitas daya yang baik juga harus dapat mengantisipasi timbulnya pengaruh harmonisa yang akhir-akhir ini sudah mulai menggejala.
Pengaruh   harmonisa   disebabkan   oleh   adanya   alat-alat   elektronik, penyearah, UPS dan sebagainya.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas daya Listrik :


  • Konsumen listrik menjadi semakin sadar akan masalah kualitas daya seperti adanya fluktuasi tegangan, interupsi dan transient. Selain itu, banyak pemerintah di suatu negara yang telah merevisi kebijakannya untuk semakin mendorong peningkatan kualitas daya sesuai dengan batas dan standar yang ditetapkan.
  • Penekanan pada efisiensi sistem tenaga listrik secara keseluruhan telah mendorong pemakaian high-efficiency device, adjustable-speed motor drive dan kapasitor paralel untuk mengoreksi faktor daya dan mengurangi losses. Sebagai akibatnya, muncul peningkatan level harmonik pada sistem tenaga listrik yang mengancam operasi, kehandalan dan keamanan sistem.
  • Beban peralatan modern menggunakan pengendali berbasis mikroprosesor dan alat elektronika daya yang lebih sensitif terhadap perubahan kualitas daya.
  • Otomasi dan efisiensi bergantung pada komponen digital yang membutuhkan pasokan arus searah. Oleh karena daya yang dibangkitkan dan dikirimkan berupa daya AC, maka suplai daya AC harus diubah menjadi bentuk DC terlebih dahulu untuk dapat digunakan oleh beban DC. Oleh sebab itu, akan banyak diperlukan adanya konverter yang dapat semakin meningkatkan level harmonik dan dapat menyebabkan distorsi gelombang fundamental menjadi semakin parah.


Masalah kualitas daya yang berhubungan dengan deviasi frekuensi adalah adanya harmonik dan adanya penyebab lain yang mengakibatkan penyimpangan dari frekuensi suplai yang diharapkan. Sedangkan kualitas daya yang berkaitan dengan besarnya tegangan dapat berupa fluktuasi tegangan, khususnya yang menyebabkan terjadinya flicker. Masalah tegangan lainnya adalah voltage sag, interupsi dalam waktu singkat dan adanya fenomena transient pada tegangan. Diantara masalah-masalah tersebut, dua masalah kualitas daya yang menjadi perhatian utama adalah voltage sag dan harmonik.

Diperlukan Maintenance secara berkala untuk tetap menjaga kestabilan daya listrik di industri.

Berlanggan artikel via email

Entri Populer

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites